Kematian Sopiah Disorot, Aliansi Peduli Desak Transparansi Aparat di Musi Rawas

Kemuningpost
0


30/3/2026- Musi Rawas Sumatera Selatan Kematian tragis Sopiah, warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan, hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Minimnya keterbukaan informasi dari aparat penegak hukum memicu reaksi keras dari masyarakat.maka dari aliansi peduli atas kematian teragis Sopiah akan melakukan aksi pada tanggal 2/4/2026


Aliansi Peduli atas Kematian Tragis Sopiah memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat sebagai bentuk tekanan publik agar kasus ini tidak berlarut-larut tanpa kejelasan.


Dalam pernyataan resminya, aliansi menilai penanganan kasus tersebut belum menunjukkan progres yang transparan. Mereka mendesak DPRD, khususnya Komisi III, untuk mengambil peran aktif dalam mengawasi dan mendorong aparat penegak hukum mengungkap pelaku secara profesional.


“Publik berhak tahu sejauh mana perkembangan kasus ini. Jangan sampai ada kesan ditutup-tutupi,” tegas perwakilan aliansi.


Tidak hanya itu, aliansi juga melontarkan ultimatum keras. Jika aparat dinilai tidak mampu menuntaskan kasus ini secara maksimal, mereka mendesak pejabat terkait untuk mundur dari jabatannya.


Rencana aksi ini disebut akan melibatkan berbagai elemen masyarakat sipil, sebagai bentuk solidaritas sekaligus tekanan moral terhadap penegakan hukum di Musi Rawas.


Ketua DPD LBH PETA Sumatera Selatan, Hazam, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan langkah konkret agar kasus kematian Sopiah tidak berhenti sebagai sekadar catatan tanpa kepastian hukum.


“Ini bukan hanya soal satu korban, tapi soal keadilan dan kepercayaan publik terhadap hukum,” ujarnya.


Hingga kini, masyarakat masih menunggu jawaban: siapa pelaku di balik kematian Sopiah, dan kapan keadilan benar-benar ditegakkan?

(Red)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)