Membuka Tabir Kematian Sopiah: Ribuan Massa Kepung Polres dan DPRD Musi Rawas

Kemuningpost
0



MUSI RAWAS – Misteri kematian Sopiah yang hingga kini belum terungkap terus memantik gelombang kemarahan publik. Lebih dari tiga pekan sejak jenazah korban ditemukan pada 10 Maret 2026, belum adanya kejelasan mengenai pelaku membuat masyarakat turun ke jalan menuntut keadilan.


Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat dijadwalkan menggelar aksi besar-besaran pada Kamis (2/4/2026), dengan titik kumpul di halaman Bundaran Polres Muara Beliti. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap lambannya penanganan kasus yang dinilai stagnan.


Ketua DPD LBH PETA Sumatera Selatan menegaskan bahwa keterlambatan pengungkapan kasus ini berpotensi mencederai rasa keadilan publik.


“Ini bukan hanya soal satu kasus, tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Jika dibiarkan berlarut, maka akan muncul persepsi bahwa hukum tidak berpihak kepada rakyat kecil,” tegasnya.


Ia juga menilai bahwa aparat penegak hukum (APH) harus lebih transparan dalam menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik.


“Publik berhak tahu sejauh mana proses berjalan. Transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” tambahnya.


Sorotan tajam kini mengarah kepada Polres Musi Rawas dan Polres Kepahiang yang hingga awal April belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan besarnya perhatian publik terhadap peristiwa tersebut.


Sementara itu, koordinator lapangan aksi dari Laskar Anti Korupsi Pejuang 45, Joni Parles, bersama sejumlah tokoh masyarakat menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk tekanan moral agar aparat bertindak profesional.


“Kehadiran masyarakat hari ini adalah simbol empati dan kepedulian. Kami ingin memastikan kasus ini tidak hilang tanpa kejelasan,” ujarnya.


Lebih lanjut, LBH PETA Sumatera Selatan juga mendorong langkah konkret apabila dalam waktu dekat tidak ada perkembangan signifikan. Di antaranya adalah meminta pengalihan penanganan perkara ke tingkat yang lebih tinggi.


“Kami siap mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk jika harus dibawa ke Polda Sumatera Selatan, Polda Bengkulu, bahkan ke Mabes Polri,” tegas Ketua DPD.


Aksi ini disebut sebagai langkah awal. Massa mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar jika tuntutan mereka tidak direspons secara serius oleh pihak kepolisian.


Kini, publik menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum. Penanganan kasus ini tidak hanya menjadi ujian profesionalitas, tetapi juga menjadi tolok ukur kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian di Musi Rawas.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)