PAGARALAM Sumatra Selatan Kemuning Pos. Com – Masyarakat Kota Pagaralam diminta ekstra waspada saat berselancar di media sosial, khususnya TikTok. Belakangan ini, muncul akun bodong yang mencatut identitas Kapolres Pagaralam, AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., yang diduga kuat digunakan untuk melancarkan aksi penipuan.
Fenomena pencatutan nama pejabat publik ini mulai meresahkan warga. Pasalnya, akun ilegal tersebut kerap menyebarkan informasi menyesatkan dengan iming-iming bantuan hingga hadiah palsu untuk menjerat korban.
Bantahan Tegas Kapolres
Kapolres Pagaralam, AKBP Januar Kencana Setia Persada, menegaskan bahwa akun yang beredar tersebut sama sekali tidak memiliki hubungan dengan dirinya maupun institusi Polri.
"Saya imbau seluruh masyarakat agar berhati-hati. Akun TikTok yang mengatasnamakan saya itu palsu dan bukan akun resmi institusi kepolisian," tegas AKBP Januar dalam keterangannya, Jumat (27/3).
Ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan interaksi apa pun dengan akun tersebut, terutama yang berkaitan dengan pengiriman data pribadi.
Waspadai Modus 'Hadiah' dan 'Bantuan'
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa pelaku kejahatan siber biasanya memainkan psikologi korban. Modus yang paling umum digunakan adalah menawarkan bantuan finansial, hadiah mendadak, atau janji-janji tertentu yang ujung-ujungnya meminta sejumlah uang atau data sensitif.
"Jangan mudah tergiur iming-iming apa pun. Pelaku kejahatan siber sangat lihai memanfaatkan situasi. Intinya, jangan percaya informasi dari akun yang tidak terverifikasi," tambahnya.
Tips Aman Menghindari Penipuan Digital:
Untuk menekan ruang gerak pelaku kejahatan siber, Polres Pagaralam memberikan beberapa poin penting bagi warga:
Verifikasi Sumber: Selalu cek keabsahan akun. Akun resmi instansi biasanya memiliki tanda verifikasi atau terhubung dengan situs resmi.
Jangan Berbagi Data: Hindari mengirim foto KTP, nomor rekening, atau kode OTP kepada akun tidak dikenal.
Lapor Segera: Jika menemukan akun mencurigakan atau sudah terlanjur menjadi korban, segera melapor ke kantor polisi terdekat.
"Kewaspadaan dan literasi digital adalah kunci. Tetap bijak bermedia sosial agar tidak menjadi korban berikutnya," tutup Kapolres.
Pewarta : Bk

