𝐋𝐮𝐛𝐮𝐤 𝐋𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐮, Pengelola Sekolah Lansia Senior School Selatan yang juga Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Lubuk Linggau Selatan, Dr Warah (Warah Marzuki) mengatakan program Sekolah Lansia hadir untuk mengubah pandangan masyarakat bahwa lansia bukanlah beban, melainkan tetap bisa produktif dan bermanfaat.
Selama mengikuti pendidikan sambungnya, para peserta mendapatkan berbagai materi seperti pembelajaran spiritual, kesehatan fisik, intelektual, emosional, hingga keterampilan seperti membuat produk UMKM..
“Pendidikannya berlangsung selama enam bulan dengan 12 kali pertemuan. Mereka yang diwisuda pada hari ini telah menyelesaikan pendidikan standar satu atau Standar Pratama. Kami berharap mereka dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya baik Standar Madya (S2) hingga Standar Utama (S3),” ujarnya saat acara wisuda Sekolah Lansia Senior School Selatan Angkatan I yang diselenggarakan PCA Lubuk Linggau Selatan di Hotel Cozy Lubuk Linggau, Kamis (23/4/2026).
Menurut Warah, wisuda ini merupakan angkatan pertama Sekolah Lansia di wilayah Lubuk Linggau Selatan dengan jumlah peserta awal 85 orang.
Namun, yang berhasil mengikuti wisuda sebanyak 72 orang, sementara yang lainnya berhalangan karena berbagai kondisi, termasuk sakit, musibah keluarga, hingga meninggal dunia.
Sementara itu, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Lubuk Linggau, Marlinda menyampaikan bahwa program sekolah lansia telah dimulai sejak tahun sebelumnya di wilayah barat, dan kini terus berkembang.
Ia berharap seluruh cabang dapat melaksanakan kegiatan serupa guna meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, bahagia, dan produktif.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Lubuklinggau, dr. Mast Idris Usman, juga mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
Ia menegaskan bahwa sekolah lansia merupakan bentuk nyata dakwah sosial dalam meningkatkan kesejahteraan lansia.
“Lansia bukan untuk disisihkan, tetapi harus dimuliakan, diberdayakan, dan diberikan ruang untuk terus belajar serta berkarya,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat mengungkapkan rasa bangga atas semangat para lansia yang tetap ingin belajar.
Ia menilai program ini mampu menjadi solusi untuk mengisi masa purna tugas agar tetap aktif dan bermanfaat.
“Wisuda ini menjadi bukti bahwa para lansia tetap bisa produktif. Bahkan ada peserta berusia 78 tahun yang masih semangat belajar, tentu hal tersebut patut menjadi contoh bagi generasi muda,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara karena program ini dilaksanakan secara gratis, termasuk pembelajaran dan pelayanan kesehatan bagi peserta.
Ke depan, Pemerintah Kota Lubuk Linggau berkomitmen untuk mendukung pengembangan sekolah lansia agar dapat menjangkau lebih banyak peserta.
“Setelah wisuda, para lansia akan diberdayakan melalui PKK dan GOW, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, H Heri Zulianta (Heri Z Regeng), Kaban Kesbangpol, HM Tamri, Kasat Pol PP, Fahrizal Diharja, Kabag Kesra, H Fahmi Zulriansyah (Fahmi Farih Husna), pengurus PDM, Hasbi Saidina Ali, pengurus PD Aisyiyah, Horasni, mewakili Ketua PKK, mewakili pengurus DWP, Nurmalina, dan tamu undangan lainnya. (Red)


