Proyek Siluman Diduga Jadi Ajang Korupsi, Drainase Pasar Panorama Disorot

Kemuningpost
0



11/4/2026- Bengkulu — Proyek pembangunan drainase di kawasan Pasar Panorama, Kota Bengkulu, menjadi sorotan publik. Proyek yang dikabarkan telah rampung tersebut dinilai janggal karena hingga kini belum difungsikan sebagaimana mestinya.


Di lapangan, saluran drainase justru terlihat tidak dimanfaatkan, bahkan sebagian area digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Selain itu, tumpukan tanah sisa pengerjaan masih terlihat berserakan dan belum dibersihkan, menimbulkan kesan proyek dikerjakan tidak tuntas.


Kecurigaan publik semakin menguat lantaran tidak ditemukannya papan nama proyek di lokasi. Padahal, sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29 Tahun 2006 serta Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012, setiap proyek pemerintah wajib memasang papan informasi yang memuat detail kegiatan, seperti nama proyek, lokasi, sumber anggaran, nilai proyek, waktu pelaksanaan, hingga pelaksana kegiatan.


Tidak adanya informasi tersebut memicu dugaan bahwa proyek ini merupakan “proyek siluman” yang berpotensi menjadi celah praktik korupsi.


Masyarakat pun mendesak adanya transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah terkait penggunaan anggaran negara. Warga berharap kejelasan mengenai besaran dana yang digelontorkan serta proses pelaksanaan proyek tersebut.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bengkulu, Noprisman, hingga saat ini belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan.


Diketahui, Pemerintah Kota Bengkulu sebelumnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk perbaikan infrastruktur, termasuk sektor drainase. Namun, masyarakat menegaskan bahwa penggunaan anggaran tersebut harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

(Pram – Tim)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)