Satgas Bekawan Polres Lubuk Linggau Edukasi Siswa SMPN 2 Cegah Tawuran dan Bullying

Kemuningpost
0



Lubuklinggau Sumatera Selatan terus menggencarkan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi generasi muda melalui Tim Satgas Bekawan. Pada Selasa (12/5/2026), tim gabungan tersebut melaksanakan kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk Bersekolah Tanpa Tawuran dan Perundungan di .


Sebelum menuju lokasi kegiatan, seluruh personel mengikuti apel dan briefing yang dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Lubuk Linggau, , di halaman depan Mako Polres Lubuk Linggau. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan kesiapan personel dalam memberikan edukasi terbaik kepada para siswa dan guru.


Setibanya di sekolah, rombongan disambut hangat oleh Kepala SMPN 2 Kota Lubuk Linggau, , beserta jajaran tenaga pendidik. Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuk Linggau, , serta yang mewakili Kepala UPT PPA Kota Lubuk Linggau.


Dari unsur kepolisian hadir Kanit PPA Sat Reskrim Polres Lubuk Linggau , Ps Kanit Bintibsos Binmas , Ps Kanit Kamsel Lantas , serta personel Humas dan sebagai tim dokumentasi dan narasi.


Dalam sesi utama, Zulkarnain dari UPT PPA Kota Lubuk Linggau memaparkan materi mengenai dampak negatif tawuran dan perundungan atau bullying terhadap masa depan siswa. Materi tersebut ditujukan tidak hanya kepada para murid, tetapi juga kepada guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai garda terdepan pengawasan di lingkungan sekolah.


Suasana kegiatan semakin interaktif saat Aipda Iwan Impresi menyampaikan materi pencegahan bullying melalui sesi tanya jawab bersama siswa. Untuk mencairkan suasana, Tim Satgas Bekawan juga menggelar fun games edukatif yang disambut antusias para pelajar. Sebagai bentuk apresiasi, Polres Lubuk Linggau memberikan hadiah berupa kaos kepada siswa yang aktif berpartisipasi.


Sementara itu, Ipda Dio Firmansyah menegaskan bahwa Satgas Bekawan hadir untuk memberikan perlindungan hukum sekaligus edukasi agar tidak ada lagi siswa yang menjadi pelaku maupun korban kekerasan di sekolah. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian, pihak sekolah, dan dinas terkait menjadi kunci utama dalam memutus rantai perundungan di lingkungan pendidikan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai karakter positif dapat tertanam pada para pelajar di SMPN 2 Kota Lubuk Linggau sehingga tercipta suasana belajar yang harmonis, aman, dan berprestasi tanpa rasa takut terhadap diskriminasi maupun kekerasan fisik.


“Mari bersama menciptakan sekolah sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan bebas dari kekerasan.”


Call Center 110 Bebas Pulsa
Kami Siap Melayani 24 Jam ( Red*)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)